Awal mula yang mendasari
tulisan ini dimulai dari sebuah pertanyaan mahasiswa baru yang kebetulan
bertemu pada suatu momen. Dia menceritakan kalau dia sering merasa minder,
bila bertemu orang baru dan di lingkungan baru. Ceritanya ditutup dengan
pertanyaan bagamana cara mengatasi rasa minder ? Pertanyaan yang simpel tapi
tidak mudah untuk dijawab.
Sebagai mahasiswa yang lebih senior tentunya saya jawab donk pertanyaan
tersebut (biar kelihatan seniornya he2), hal itu karena saya ingin membantu
permasalahan dia. Waktu itu saya jawab dengan menggunakan pendekatan yang
diajarkan oleh salah satu guru imajiner saya yaitu Steven R. Covey dengan
mengatakan bahwa rasa minder bila ketemu orang baru itu muncul karena
persepsi kita yang salah, karena urutannya, dari persepsi akan menghasilkan
cara pandang kita dan dengan cara pandang kita akan mempengaruhi perilaku
kita. Jadi dari hasil analisis saya sementara mahasiswa baru tersebut
mempunyai kesalahan dalam melakukan persepsi yaitu melakukan penilaian atas
pergambaran sebuah objek dengan melakukan asosiasi yang salah terhadap objek
tersebut. Jelas dengan kelirunya kita terhadap suatu persepsi, maka akan
mempengaruhi cara pandang kita, dan lebih lanjut lagi akan mempengaruhi
prilaku kita.
Rasa minder yang tervisualisasikan dari prilakunya individu merupakan
repsensentasi dari persepsi dan cara pandang yang salah terhadap
objeknya.Saya berharap jawaban tersebut bisa cukup memberikan gambaran untuk
bisa mengatasi masalah tersebut. Walaupun secara pribadi juga saya tidak
puas dengan jawaban saya pribadi. Hal ini yang membuat saya terus berpikir
untuk bisa menemukan akar permasalahannya sehingga bisa menemukan solusinya.
Proses pemikiran tersebut sampai menemukan sebuah penjelasan yang lain
dengan di atas, rasa inferior atau rendah diri muncul pada pribadi yang
tidak mempunyai konsep diri yang bagus. Menurut Adi W Gunawan, konsep diri
terdiri dari beberapa komponen yaitu diri ideal, cermin diri, dan harga diri.
Diri ideal akan menunjukan siapa sebenarnya sosok ideal yang ada dalam
kehidupan kita. Sosok ideal bisa di visualisasikan sebagai sosok yang paling
dikagumi. Sebagai contoh kita bisa mengadopsi tokoh ideal pahlawan, tokoh
terkemuka, artis, pengusaha atau bahkan sosok yang imajiner.
Cermin diri merupakan gambaran penilaian kita terhadap diri kita sendiri.
Ini terkait dengan bagaimana kita mampu mengenal diri sendiri. Pengenalan
diri sangat penting untuk mengukur sejauh mana posisi kita berada untuk
mencapai posisi yang diinginkan (diri ideal).
Harga diri merupakan gambaran tentang sejauh mana kondisi kita yang sekarang
(cermin diri), lalu dibandingkan dengan suatu kondisi yang ingin kita capai
suatu saat nanti (diri ideal). Perbandingan diantara keduanya itulah nilai
harga diri kita. Semakin sedikit perbedaan antara diri ideal dengan cermin
diri, maka harga diri seseorang akan semakin baik, begitu pula sebaliknya.
Ketiga komponen inilah yang penting dalam konsep diri, kalau ketiga komponen
ini baik maka konsep dirinya juga baik. Untuk menuju ke sana tentunya
dibutuhkan sebuah proses yang tidak sebentar. Hal itu juga harus ditambah
dengan penanaman nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang benar dan harus kita
pegang. Sehingga dengan dengan adanya sebuah nilai-nilai yang dianut maka
akan membuat anda menjadi sosok dan pribadi yang kuat. Akhirnya kalaupun ada
virus mental (rasa minder) yang akan menyerang, maka anda sudah siap dengan
anti virusnya yaitu konsep diri yang kuat dan penanaman nilai-nilai yang
mengakar dalam diri. SALAM SUKSES!!!
Sumber : vizal-jr.blogspot.com